Langsung ke konten utama

Bagaimana pendapat saudara mengenai ujian nasional dalam dunia pendidikan?

Kami setuju dengan diadakannya UN dalam dunia pendidikan. Namun UN tidak dijadikan sebagai tolak ukur dalam kelulusan siswa tetapi nilai hasil UN dijadikan sebagai pedoman ataupun penentu bagi mahasiswa/siswa untuk memilih sekolah/perguruan tinggi yang sesuai dalam melanjutkan pendidikan nya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
    Namun jika kita mengamati dengan teliti, Ujian Nasional (UN) memiliki tujuan yang sangat baik dan konstruktif. Dimaksudkan konstruktif disini adalah dengan UN siswa/siswi dapat lebih membangun semangat dan tekatnya dalam belajar guna untuk menghadapi Ujian Nasional (UN). Bahan ujian nasional berasal dari kurikulum yang digunakan yang didalamnya terdapat sejumlah kompetensi dasar yang mana kompetensi ini digunakan untuk menyusun kisi-kisi ujian nasional. Ujian nasional merupakan kegiatan pengukuran, penilaian dan evaluasi dari hasil pembelajaran. Pengukuran merupakan kegiatan melakukan kuantifikasi atau pemberian derajat berupa angka pada objek atau gejala.
    Kami juga pernah membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa pada tahun 2015 dan 2016 ujian nasional tidak lagi dijadikan sebagai penentu dalam kelulusan siswa, namun hanya dijadikan sebagai sebatas pemetaan. 

    Namun keputusan ini ternyata mengandung dampak baik dan buruk juga. Dari sisi positifnya: guru, siswa dan orang tua/wali murid tidak lagi merasa khawatir terhadap kelulusan siswanya. Sedangkan jika dilihat dari sisi negatifnya: motivasi siswa untuk belajar semakin menurun/berkurang serta semangat guru dalam mengajar juga secara perlahan dapat berkurang. Mengapa demikian? Tentu saja karena ujian nasional pada saat itu hanya dijadikan sebatas pemetaan saja dan tidak dijadikan sebagai tolak ukur kelulusan siswa. Sehingga, siswa tidak harus belajar dengan sangat giat dalam menghadapi UN.
    Oleh karena itu, memang pada awalnya kami tida setuju dengan adanya ujian nasional. Namun, setelah kami mempelajari lebih dalam lagi mengenai hal ini, kami setuju bahwa ujian nasional tetap diadakan dalam jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah.

By: Ayuning Tias & Siti Masrifah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setujukah saudara dengan adanya pembangunan pendidikan dan tantangan di era globalisasi?

Pendidikan merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia untuk mampu mengemban tugas yang dibebankan padanya, karena hanya manusia yang dapat dididik dan mendidik. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan fisik, mental, emosional, moral, serta keimanan dan ketakwaan manusia. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasarannya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, pendidikan juga merupakan alur tengah pembangunan dari seluruh sektor pembangunan.     Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin kencangnya arus globalisasi membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Persaingan untuk menciptakan negara yang kuat terutama di bidang ekonomi, tentu saja sangat membutuhkan kombinasi antara kemampuan otak dengan keterampilan daya cipta yang tinggi. Salah satu kuncinya tentu saja adalah pembangunan pendidikan.      Fenomena globalisasi yang telah mengubah sedemikia...

Bagaimana pendapat saudara mengenai perubahan kurikulum yang terjadi dalam dunia pendidikan?

Sebelum masuk ke inti permasalahan, apa itu kurikulum? Kurikulum diartikan sebagai seperangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Kurikulum di Indonesia sudah beberapa kali berubah, kalau tidak salah sudah 7 kali berubah. Perubahan kurikulum terjadi karena mengikuti perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi dan iptek dalam masyarakat.     Menurut kami, perubahan kurikulum juga terjadi karena kurikulum-kurikulum yang telah ada sebelumnya masih memiliki banyak kekurangan yang harus segera diperbaiki. Karena jika kurikulum tidak mengalami perubahan dan mengikuti perkembangan yang ada, maka sistem pendidikan di Indonesia pasti hanya akan menghasilkan siswa yang memiliki pengetahuan terbatas dalam menghadapi perubahan yang ada di dunia.     Setiap perubahan kurikulum di Indonesia pasti memi...

Bagaimana pendapat saudara mengenai mutu pendidikan Indonesia pada skala Internasional?

Kualitas pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).      Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di ...